Cara Menyimpan & Mengolah Daging agar Selalu Segar & Siap Masak

09 Okt 2025

Daging adalah salah satu bahan makanan yang paling sering digunakan dalam berbagai menu harian. Baik daging sapi, ayam, maupun kambing, semuanya membutuhkan cara penyimpanan dan pengolahan yang tepat agar tetap segar, higienis, dan siap diolah kapan saja. Jika salah cara menyimpan, daging bisa cepat rusak, berubah warna, bahkan menimbulkan bau tidak sedap.

Artikel ini akan membahas cara menyimpan daging di kulkas maupun freezer, tips mengolah daging agar tetap empuk, hingga menjawab pertanyaan umum seputar daging segar.

Pentingnya Menyimpan Daging dengan Benar

Daging segar memiliki kandungan air yang tinggi sehingga mudah terkontaminasi bakteri. Jika disimpan dengan cara yang kurang tepat, pertumbuhan bakteri bisa semakin cepat dan kualitas daging pun menurun. 

Dengan penyimpanan yang benar, bukan hanya kesegaran daging yang terjaga, tetapi juga kandungan gizinya tetap optimal. Selain itu, penyimpanan yang tepat juga akan memudahkan saat ingin mengolahnya menjadi berbagai menu harian, mulai dari daging steak hingga aneka masakan nusantara.

Cara Menyimpan Daging Agar Selalu Segar

1. Hindari Mencuci Daging Sebelum Disimpan
Meskipun terlihat bersih, mencuci daging sebelum dimasukkan ke kulkas justru bisa mempercepat pertumbuhan bakteri. Air yang menempel pada daging menjadi medium ideal bagi mikroba untuk berkembang biak. 

Karena itu, sebaiknya daging langsung dibungkus rapat tanpa dicuci, lalu segera simpan di kulkas atau freezer agar tetap aman dan tahan lama.

2. Bungkus dengan Rapat dan Kedap Udara
Gunakan plastik vakum khusus makanan, ziplock, aluminium foil, atau wadah yang benar-benar kedap udara saat membungkus daging. 

Cara ini membantu menjaga kelembapan alami daging, mencegah timbulnya freezer burn, sekaligus mempertahankan rasa serta teksturnya.

3. Simpan di Bagian Kulkas yang Paling Dingin
Posisi terbaik untuk menyimpan daging adalah di rak paling bawah kulkas atau langsung di dalam freezer. Pastikan suhunya stabil, yaitu ≤ 4 ºC untuk kulkas biasa dan ≤ -18 ºC untuk freezer. 

Dengan begitu, kualitas daging tetap terjaga lebih lama. Jangan lupa, hindari kontak langsung dengan bahan makanan lain agar tidak terjadi kontaminasi silang.

4. Potong Daging Sesuai Kebutuhan
Sebelum menyimpan, sebaiknya potong daging menjadi beberapa bagian kecil sesuai porsi masakan yang direncanakan. Cara ini lebih praktis karena memudahkan saat proses pencairan sekaligus menghemat ruang di dalam kulkas. 

Selain itu, Anda tidak perlu mencairkan semua daging sekaligus ketika hanya membutuhkan sebagian. Dengan begitu, kualitas daging tetap terjaga lebih lama dan terhindar dari pembekuan ulang yang bisa merusak teksturnya.

5. Beri Label Tanggal Penyimpanan
Agar lebih teratur, tuliskan tanggal saat daging dibeli atau dibekukan pada bungkusnya. Gunakan prinsip FIFO (First In First Out), yaitu menggunakan daging yang lebih lama disimpan terlebih dahulu. 

Dengan begitu, Anda bisa menghindari risiko daging tersimpan terlalu lama hingga menurunkan kualitasnya. Kebiasaan sederhana ini juga membantu menghemat biaya karena tidak ada daging yang terbuang sia-sia

6. Jangan Campur Daging dengan Bahan Lain
Simpan daging di wadah atau rak terpisah dari bahan makanan lain, terutama yang sudah matang atau siap konsumsi. Pemisahan ini membantu mengurangi risiko kontaminasi bakteri dari atau ke bahan makanan lain sehingga kebersihan dan keamanannya tetap terjaga. 

Dengan langkah sederhana ini, kualitas daging pun bisa lebih awet. Selain itu, cara ini juga menjaga aroma daging tidak bercampur dengan bahan makanan lain di kulkas.

Tabel Durasi Penyimpanan Daging di Kulkas dan Freezer

Jenis Penyimpanan

Suhu Ideal

Lama Penyimpanan

Catatan

Kulkas Biasa (Chiller)

≤ 4 ºC

1-2 hari

Simpan di rak bawah, pisahkan dari bahan lain

Freezer

≤ -18 ºC

3-6 bulan

Bungkus rapat dengan plastik vakum atau foil

 

Cara Mengolah Daging agar Tetap Lezat dan Aman

1. Cuci Bersih Sebelum Memasak
Meskipun tidak disarankan mencuci daging sebelum disimpan karena dapat mempercepat pertumbuhan bakteri, daging tetap bisa dibilas sebentar dengan air bersih ketika akan dimasak. 

Setelah itu, keringkan dengan tisu dapur atau lap bersih agar teksturnya tidak terlalu basah sebelum diolah. Langkah sederhana ini membantu menjaga kebersihan sekaligus membuat bumbu lebih mudah meresap saat dimasak.

2. Rendam Sementara untuk Menghilangkan Bau
Untuk mengurangi bau prengus atau darah yang masih menempel, rendam daging dalam air yang dicampur dengan sedikit jeruk nipis atau cuka. 

Proses perendaman ini cukup dilakukan selama 10–15 menit. Cara sederhana ini mampu membuat aroma daging lebih segar tanpa mengubah kualitas rasa.

3. Masak dengan Teknik yang Sesuai
Setiap jenis daging membutuhkan teknik memasak yang berbeda. Misalnya, untuk membuat steak sebaiknya gunakan api besar agar bagian luar cepat matang dan tetap juicy di dalam. Pilihan daging premium seperti ribeye sangat cocok dimasak dengan teknik ini.

Sementara itu, daging yang lebih alot seperti untuk sop atau rawon memerlukan waktu perebusan lebih lama agar empuk dan mudah dikunyah. Memilih teknik yang tepat akan menjaga cita rasa dan tekstur daging tetap lezat.

4. Simpan Sisa Masakan dengan Baik
Apabila ada sisa masakan berbahan daging, segera dinginkan sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Gunakan wadah kedap udara untuk mencegah bau menyebar dan menjaga kualitas makanan. 

Hindari membiarkan sisa masakan terlalu lama di suhu ruang karena bisa mempercepat kerusakan dan mengurangi kesegaran.

Alternatif Praktis: Frozen Food & Sayur Segar

Selain membeli daging segar di toko daging, kini banyak orang juga memilih frozen food sebagai solusi praktis. Produk beku umumnya sudah diproses secara higienis sehingga lebih tahan lama dan mudah disimpan.

Untuk melengkapi hidangan, jangan lupa menambahkan sayur segar agar asupan gizi tetap seimbang. Kombinasi daging berkualitas dengan sayur segar akan membuat menu harian lebih sehat, bergizi, dan nikmat disantap bersama keluarga.

 

FAQ

 

Bagaimana cara mengetahui daging sudah tidak layak konsumsi?

Daging yang rusak biasanya berubah warna menjadi cokelat keabu-abuan, berbau menyengat, dan teksturnya berlendir.

 

Bagaimana cara menyimpan daging matang?

Daging yang sudah dimasak bisa disimpan di chiller selama 3–4 hari atau di freezer hingga 3 bulan. Pastikan disimpan dalam wadah tertutup.


Back to News

Berita lainnya.

20 Des 2023

Supplier Daging Sapi

Lebih Lanjut
22 Sep 2023

Rekomendasi Toko Daging Terbaik

Lebih Lanjut
28 Sep 2019

Berbagi kebahagiaan bersama anak yatim

Lebih Lanjut