Panduan Mengenal Jenis Potongan Daging Sapi untuk Masakan Nusantara

12 Agu 2026

Memasak hidangan khas Nusantara yang lezat dan gurih sebenarnya tidak hanya bergantung pada kelengkapan rempah-rempah saja. Kunci utama yang seringkali menentukan keberhasilan sebuah masakan adalah pemilihan jenis potongan (cut) daging sapi yang tepat. Setiap bagian daging sapi memiliki karakteristik tekstur, serat, dan kadar lemak yang berbeda-beda. Oleh karena itu, teknik memasak dan peruntukan makanannya pun tentu tidak sama.

 

Memahami jenis potongan daging sapi akan sangat membantu Anda menghidangkan masakan keluarga yang empuk dan kaya rasa. Mari kita bedah berbagai potongan daging sapi serta padanan masakan Indonesia yang paling cocok untuk masing-masing bagian.

 

Mengapa Beda Potongan Daging, Beda Hasil Masakannya?

Otot sapi yang sering bergerak, seperti bagian kaki atau leher, akan menghasilkan serat daging yang lebih keras dan kaya jaringan ikat. Bagian ini sangat cocok untuk masakan berkuah yang membutuhkan proses memasak lama (slow cooking). Sebaliknya, bagian daging yang jarang bergerak, seperti area punggung, memiliki tekstur yang jauh lebih empuk sehingga tidak perlu dimasak terlalu lama.

 

Jika anda salah memilih potongan, tekstur daging bisa menjadi terlalu alot atau justru hancur saat diolah. Untuk mendapatkan potongan daging segar dengan kualitas terjamin, anda bisa langsung mengunjungi toko daging terdekat atau distributor terpercaya yang menyediakan pilihan variasi potongan secara lengkap.

 

Mengenal Jenis Potongan Daging Sapi dan Olahan Nusantara yang Pas

1. Sengkel (Shank)

Sengkel merupakan bagian betis atas hingga bawah kaki sapi. Bagian ini memiliki banyak jaringan ikat dan urat, namun sangat sedikit lemak. Karena teksturnya yang kaya kolagen, sengkel sangat nikmat jika diolah menjadi masakan berkuah kental atau berkuah rempah pekat. Ketika dimasak perlahan dalam waktu lama, kolagen tersebut akan meleleh dan memberikan rasa gurih alami.

Cocok untuk: Rawon, soto daging, empal, dan bakso.

 

2. Gandu / Gandik (Topside / Silverside)

Potongan ini berada di bagian paha belakang sapi luar. Karakteristik utamanya adalah tekstur daging yang padat, sangat tebal, serta memiliki kadar lemak yang rendah. Karena seratnya yang rapat dan tebal, gandik tidak mudah hancur saat diiris tipis atau dimasak berulang kali.

Cocok untuk: Rendang, dendeng balado, dendeng batokok, dan empal gepuk.

 

3. Sandung Lamur (Brisket)

Sandung lamur diambil dari bagian dada sapi dekat ketiak. Bagian ini terkenal karena lapisan lemak tebalnya yang gurih. Ketika dimasak, lemak pada sandung lamur akan meleleh dan menyatu dengan kuah, menciptakan aroma yang sangat menggugah selera.

Cocok untuk: Rawon kuah gurih, sup daging, soto betawi, dan tongseng.

 

4. Lamusir / Has Luar (Sirloin)

Lamusir atau sirloin terletak di bagian punggung luar. Daging ini memiliki serat yang lebih halus dibandingkan paha, disertai sedikit lapisan lemak di bagian pinggirnya. Di kuliner Indonesia, potongan ini sangat diminati karena dapat memberikan perpaduan tekstur lembut dan rasa gurih dari lemaknya. Meskipun potongan sengkel lebih cocok untuk rawon, anda juga bisa mengolah variasi daging steak jika ingin hidangan yang berbeda menggunakan potongan empuk seperti sirloin ini.

Cocok untuk: Sate sapi, oseng-oseng mercon, daging bumbu bali, dan tumisan.

 

5. Has Dalam (Tenderloin)

Ini adalah bagian yang paling empuk dari seluruh karkas sapi karena ototnya sangat jarang bekerja. Has dalam hampir tidak memiliki lemak dan jaringan ikat. Karena teksturnya yang sangat lembut, anda tidak perlu memasaknya terlalu lama agar kelembutan alaminya tetap terjaga.

Cocok untuk: Sate maranggi premium, semur daging empuk, dan tumis daging sapi lada hitam.

 

6. Rib / Tulang Iga

Iga sapi adalah bagian favorit masyarakat Indonesia untuk hidangan berkuah maupun bakar. Bagian ini menempel pada tulang rusuk dan memiliki keseimbangan yang pas antara daging, gurihnya lemak, serta aroma khas dari tulang. Bagi anda yang menyukai tekstur juicy karena lapisan marbling-nya, potongan ribeye juga sangat diminati untuk olahan yang meleleh di mulut.

Cocok untuk: Sup iga, iga bakar madu, dan pindang iga.

 

Panduan Cepat: Karakteristik Daging dan Pasangan Masakannya

Agar memudahkan anda saat memilih bahan di pasar atau toko ritel, berikut adalah tabel panduan ringkasnya:

 

Nama Potongan DagingNama Lain / Istilah BaratKarakteristik UtamaRekomendasi Olahan Nusantara
SengkelShank / ShinBerurat, kaya kolagen, serat padatRawon, Soto, Empal
GandikTopside / SilversidePadat, sedikit lemak, serat panjangRendang, Dendeng Balado
Sandung LamurBrisketBerlapis lemak gurih, empuk saat direbusSoto Betawi, Sup Daging
Has LuarSirloinEmpuk sedang, ada lapisan lemak pinggirSate, Oseng Daging, Tumisan
Has DalamTenderloinSangat empuk, sangat rendah lemakSate Maranggi, Semur, Lada Hitam
Iga SapiRibsBerlemak, menempel pada tulang, gurihSup Iga, Iga Bakar, Pindang

 

Tips Tambahan dalam Pengolahan Daging Sapi di Rumah

  1. Perhatikan Arah Serat: Saat memotong daging yang padat seperti gandik untuk dendeng atau empal, potonglah searah serat jika ingin tekstur yang tidak mudah hancur. Sebaliknya, potong melintang serat jika ingin hasil olahan yang lebih cepat empuk saat dikunyah.
  2. Jangan Cuci Daging Mentah: Sebaiknya tidak mencuci daging segar dengan air mengalir sebelum dimasak. Cukup lap permukaannya dengan tisu dapur bersih untuk mengurangi kelembaban. Mencuci daging justru berisiko menyebarkan bakteri ke area dapur lainnya.
  3. Teknik Thawing yang Benar: Jika menggunakan daging beku, pindahkan daging dari freezer ke chiller (kulkas bawah) semalam sebelum dimasak. Hindari mencairkan daging dengan merendamnya di air panas secara langsung agar nutrisi dan teksturnya tidak rusak.

Dengan memahami karakteristik setiap potongan daging sapi, sajian masakan tradisional Anda di rumah dipastikan akan terasa jauh lebih lezat dan memanjakan lidah seluruh keluarga.

 

FAQ

Q: Bagian daging sapi mana yang paling bagus dan cepat empuk untuk membuat rendang?

A: Bagian gandik (topside) atau paha belakang adalah pilihan paling umum karena bentuknya yang padat dan seratnya tebal sehingga tidak mudah hancur saat diaduk lama. Namun, jika Anda menyukai rendang dengan tekstur yang sedikit lebih empuk dan gurih, bagian kelapa (knuckle) atau lamusir juga bisa digunakan.

 

Q: Mengapa daging sapi yang saya masak teksturnya menjadi alot?

A: Daging alot biasanya disebabkan oleh dua hal: salah memilih jenis potongan untuk metode memasak tertentu, atau kesalahan saat memotong serat. Potongan berdaging padat seperti sengkel membutuhkan waktu rebus yang lama, sedangkan bagian empuk seperti tenderloin justru akan menjadi keras jika dimasak terlalu lama.

 

Q: Apakah bagian sandung lamur cocok untuk orang yang sedang membatasi lemak?

A: Kurang cocok. Sandung lamur (brisket) memiliki lapisan lemak yang cukup tinggi. Jika Anda sedang membatasi asupan lemak atau kalori, bagian has dalam (tenderloin) atau gandik (topside) adalah pilihan yang lebih sehat.


Back to News

Berita lainnya.

05 Mar 2026

Ide Bisnis Kuliner Modal Kecil dengan Produk Frozen Food

Lebih Lanjut
08 Jul 2026

Bagian Daging Terbaik untuk Rendang yang Empuk dan Gurih

Lebih Lanjut
20 Jan 2025

Cara Buat Steak Daging Sapi Sederhana | Lezat & Mudah

Lebih Lanjut